terawang langit di batas jendelamendung menatap pilu dan angkasa menangis
sendiri dalam bicara
kudapati hujan membelenggu
langkah tertahan ketika detik semakin habis
tubuh terkulai dibenam hujan
kunanti raga datang lengkapi namanya
tak jua hadir tawarkan pundaknya
nelangsa menari riakkan air mata
perlahan pasti....
lebur aku dibadai sedih


