.jpg)
hujan... tirainya bening menembus gelap
ukir senyum dalam naungan perih
jembatan jiwa kulangkah samar
lambaian rindu disambut diam
sepi menyentuh rasanya abadi
oh, air mata kapan terhenti
pada siapa aku mengadu
puisiku semakin bisu
Kemana angin meniup layar.Aku tak perduli perahu mengarah.Wajah mentari kujumpa, bawa aku semakin jauh. Bagaimana aku pulang? Jejak telah hilang dalam lipatan ombak. Aku buta ketika alam menolak difahami.
|
|